Kades Sidomulyo Agus Sugianto menegaskan upacara adat Jangkrik Genggong merupakan tradisi turun temurun. Acara ini merupakan bentuk syukur masyarakat atas karunia yang diberikan Tuhan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Alhamdulillah setelah sekian lama upacara adat ini  bisa terselenggara semakin meriah dan kami bertekad akan terus menyelenggarakannya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Penamaan Jangkrik Genggong diambil dari gendhing tayub klangenan (kesukaan) dari Wonocaki, salah satu sosok yang dipercaya warga setempat sebagai punden setempat yang dikeramatkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kesenian tayub sendiri dilaksanakan sebagai penutup acara. Bersama sejumlah even lain, tradisi Jangkrik Genggong sudah masuk dalam kalender budaya Pacitan.(*)

 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2