Masih menurut tokoh perempuan itu, dirinya ingin mengulik lebih dalam lagi nilai-nilai keagamaan. Kalau ekonomi perempuan ini bertumbuh sisi agamanya seperti apa sebenarnya.

“Karena kita tahu perempuan sering kali di anggap masyarakat kelas 2 stigma sosialnya,” imbuhnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ternyata dalam Islam itu setelah kita pelajari didalam perkuliahan saya di S2 ini itu ternyata salah besar. Perempuan dan laki laki itu yang membedakan hanyalah jenis kelaminnya. Namun secara gender mereka punya peran yang sama dan dituntut oleh Allah SWT untuk berkontribusi seimbang dengan prinsip keseimbangan untuk membangun keluarga dan perekonomian di lingkup keluarga. Kemudian perempuan juga dituntut mengembangkan perekonomian di tingkat daerah dan Indonesia.

“Untuk predikat cumlaude nya, masalah nilai sebenarnya bukan tujuan,” lanjut Novita.

“Lega, saya masih punya semangat belajar, membaca dan menyelesaikan tesis. Ini tantangannya luar biasa, disamping kegiatan saya yang begitu padat, terus anak-anak dengan segala fasilitasnya yang masih menjadi tanggungjawab saya sebagai ibu, ini menjadi pencapaian yang saya syukuri. Mencapai capaian ini saya merasa sangat-sangat puas,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2