LAMONGAN — Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., memimpin langsung pengamanan hiburan Orkes Melayu Mahesa dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Tlogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Selasa (18/8/2026) malam, dengan pengamanan lintas jajaran kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto mengatakan pengamanan kegiatan hiburan masyarakat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel dari sejumlah Polsek rayon serta dukungan satuan lainnya.
“Kami bersama seluruh personel yang terlibat berupaya memberikan pengamanan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati hiburan dengan aman, nyaman, dan tertib. Kami juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk kemungkinan terjadinya gesekan antarpemuda perguruan silat,” ujar AKP Joko Suprianto.
Pengamanan kegiatan tersebut melibatkan jajaran Polsek Rayon 6, dengan Polsek Solokuro sebagai tuan rumah. Selain personel Polsek Solokuro, pengamanan diperkuat oleh anggota Polsek Paciran, Polsek Brondong, dan Polsek Laren. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, personel juga mendapat dukungan dari pasukan Brimob serta Joko Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.
Sinergi antarjajaran tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kegiatan hiburan musik yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar memiliki potensi kerawanan tersendiri. Selain pengaturan keamanan di sekitar panggung, personel juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, akses keluar-masuk lokasi, serta situasi di sekitar lapangan.
Kapolsek menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis. Personel ditempatkan pada sejumlah titik strategis untuk memantau perkembangan situasi sekaligus melakukan tindakan cepat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan.
“Kami mengedepankan pencegahan. Personel tidak hanya berada di sekitar panggung, tetapi juga melakukan pemantauan di titik-titik yang dianggap rawan. Apabila ada indikasi gangguan, kami segera melakukan langkah antisipasi sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” jelasnya.
Salah satu perhatian dalam pengamanan kegiatan tersebut adalah mengantisipasi potensi gesekan antar pemuda yang berkaitan dengan perguruan silat. Jajaran kepolisian melakukan pemantauan secara intensif dan mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh tindakan maupun informasi yang dapat memicu konflik.





