LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., melakukan monitoring kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) perguruan silat Pagar Nusa yang berlangsung di MWC NU Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026).
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga perguruan silat di wilayah hukum Polsek Solokuro.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., mengatakan kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengajak seluruh peserta UKT maupun warga Pagar Nusa untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan, baik selama kegiatan berlangsung maupun setelah seluruh rangkaian acara selesai.
“Kami mengajak seluruh warga Pagar Nusa, khususnya para peserta Ujian Kenaikan Tingkat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dari perguruan silat,” ujar AKP Joko Suprianto.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan imbauan kepada warga Pagar Nusa agar tetap menjaga sikap dan ketertiban ketika berada di jalan maupun lingkungan masyarakat. Hal itu dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman ataupun gesekan yang berpotensi mengganggu kondusivitas wilayah.
AKP Joko Suprianto secara khusus mengimbau para anggota perguruan silat agar tidak menggunakan atribut perguruan maupun pakaian yang dikenal sebagai baju sakral ketika dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing maupun saat berangkat menuju lokasi latihan.
Menurutnya, imbauan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan untuk meminimalkan potensi gesekan dengan kelompok lain ketika berada di ruang publik. Para pesilat diharapkan dapat memahami tujuan imbauan tersebut dan turut berperan menciptakan suasana yang aman serta nyaman di tengah masyarakat.
“Ketika berangkat latihan maupun pulang ke rumah masing-masing, kami mengimbau agar tidak menggunakan atribut perguruan atau baju sakral di jalan. Ini merupakan langkah antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan serta mencegah kemungkinan terjadinya kesalahpahaman maupun gesekan,” jelasnya.





