Lebih lanjut, Kapolsek Solokuro mengajak seluruh elemen pemuda untuk memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap wilayah mereka. Komitmen bersama untuk menjaga Kecamatan Solokuro agar tetap kondusif menjadi poin utama dalam dialog tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kondusifitas wilayah bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jika pemudanya rukun dan bersatu, maka Solokuro akan aman selamanya. Mari kita jadikan pencak silat sebagai sarana silaturahmi, bukan ajang unjuk kekuatan yang destruktif,” tambahnya.

Dialogis ini disambut positif oleh para tokoh pemuda Pagar Nusa. Mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu pihak kepolisian dalam menjaga ketertiban dan akan segera melakukan sosialisasi ke tingkat bawah (grassroots) agar setiap anggota tetap disiplin dan menjaga marwah organisasi sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan dialogis ini diharapkan dapat memutus rantai sentimen negatif yang mungkin muncul antar oknum anggota perguruan silat. Dengan adanya komunikasi dua arah yang rutin seperti ini, potensi gesekan di lapangan dapat diredam sejak dini melalui jalur mediasi dan musyawarah.

Hingga kegiatan berakhir, suasana terpantau sangat harmonis. Langkah AKP Asik Samsul Hadi ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun peradaban pemuda yang lebih positif dan cinta damai di Kabupaten Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2