Kapolsek Solokuro juga mengajak ibu-ibu PKK meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam atau handphone oleh anak. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi dinilai memberikan banyak manfaat, namun tetap membutuhkan pendampingan orang tua agar penggunaannya tidak mengarah pada hal-hal yang merugikan.

Orang tua, lanjut Kapolsek, perlu mengetahui aktivitas digital anak secara proporsional dan membangun kesepakatan mengenai penggunaan perangkat elektronik. Pendampingan tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan aplikasi maupun konten yang diakses serta memberikan edukasi tentang keamanan dan etika dalam bermedia sosial.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Cek dan ricek penggunaan handphone anak-anak kita secara berkala. Bukan semata-mata untuk membatasi mereka, tetapi sebagai bentuk perhatian dan pencegahan terhadap berbagai kemungkinan negatif. Yang terpenting, lakukan pengawasan dengan komunikasi yang baik agar anak memahami alasan orang tua melakukan pendampingan,” jelas AKP Joko Suprianto.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi membuat berbagai informasi dapat diterima anak dengan sangat cepat. Tanpa pendampingan yang memadai, anak berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai usia, perundungan di dunia maya, maupun komunikasi dengan pihak yang dapat memberikan pengaruh negatif.

Karena itu, ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga. Tidak hanya mengawasi, orang tua juga perlu menjadi teladan serta memberikan ruang bagi anak untuk berdiskusi mengenai persoalan yang mereka hadapi.

AKP Joko Suprianto menegaskan bahwa upaya melindungi anak membutuhkan sinergi banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga aparat kepolisian. Pencegahan dinilai akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini dan secara berkesinambungan.

“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat ikut menyampaikan pesan ini kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya. Mari bersama-sama kita jaga anak-anak kita, awasi pergaulannya, berikan perhatian dan arahkan mereka kepada kegiatan yang positif agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan memiliki masa depan yang baik,” tegasnya.

Melalui kegiatan Binluh tersebut, Polsek Solokuro berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak semakin meningkat. Kepolisian juga mendorong terciptanya komunikasi yang harmonis di dalam keluarga sebagai salah satu langkah mencegah penyalahgunaan narkoba, bullying maupun berbagai dampak negatif dari penggunaan teknologi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polsek Solokuro untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif. Dengan keterlibatan aktif keluarga serta masyarakat, diharapkan anak-anak di wilayah Kecamatan Solokuro dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, nyaman dan terlindungi dari berbagai pengaruh negatif.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2