LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo Polres Lamongan terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring lahan pertanian masyarakat. Kali ini, personel Polsek Sarirejo melakukan pengecekan tanaman singkong milik warga di Desa Dermolemahbang, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H. mengatakan, monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat desa. Menurutnya, keterlibatan kepolisian tidak hanya sebatas melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan potensi pertanian yang tersedia.

“Kami mendorong masyarakat untuk tetap semangat memanfaatkan lahan yang dimiliki dengan menanam berbagai komoditas pangan. Salah satunya tanaman singkong yang memiliki nilai manfaat dan dapat menjadi bagian dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar IPTU Moch. Sokep.

Kegiatan tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan terkait program ketahanan pangan dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia. Di wilayah Kecamatan Sarirejo, program tersebut diterapkan dengan mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan pertanian maupun pekarangan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan.

Dalam pelaksanaannya, Petugas Polmas Desa Dermolemahbang Aipda Endro bersama warga turun langsung melakukan monitoring kondisi tanaman singkong. Petugas melihat perkembangan tanaman sekaligus berkomunikasi dengan masyarakat mengenai pemanfaatan lahan dan upaya menjaga produktivitas pertanian.

Kapolsek menjelaskan bahwa singkong merupakan salah satu komoditas pangan yang dapat dikembangkan masyarakat karena memiliki beragam manfaat. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, singkong juga bisa diolah menjadi berbagai produk pangan sehingga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Ketahanan pangan perlu dibangun mulai dari lingkungan terkecil. Ketika masyarakat mampu memanfaatkan lahan pertanian maupun pekarangan secara produktif, hasilnya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi,” jelas IPTU Moch. Sokep.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2