Menurutnya, melalui musyawarah yang terbuka dan partisipatif, berbagai aspirasi masyarakat dapat diserap dan diwujudkan dalam program kerja yang tepat sasaran.
“Musyawarah Antar Desa ini merupakan wujud nyata dari semangat demokrasi dan keterbukaan. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga hasil musyawarah dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kecamatan Solokuro,” tambahnya.
Sementara itu, dalam agenda musyawarah, masing-masing perwakilan desa memaparkan laporan tutup buku tahun 2025 yang mencakup realisasi program, penggunaan anggaran, serta capaian pembangunan. Selanjutnya, dilakukan pembahasan dan penyusunan rencana kerja tahun 2026 dengan mengedepankan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Musyawarah Antar Desa ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias serta semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah desa, Muspika, dan aparat keamanan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kehadiran Polri dalam forum strategis ini sekaligus menegaskan komitmen kepolisian untuk terus mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.





