Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar revitalisasi kawasan Jalan Tunjungan, yang kini menjadi pusat wisata heritage dan ruang publik di Kota Surabaya.
Dalam keterangan lanjutannya, Wali Kota Eri memastikan bahwa proyek pembangunan JPO baru ini tidak akan banyak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkot Surabaya akan menggandeng investor swasta dan tenaga ahli untuk mendesain serta mendanai pembangunan.
“Untuk pembangunannya tidak banyak menggunakan APBD. Kita akan gandeng investor dan tenaga ahli dalam merancang jembatan itu,” tegasnya.
Selain untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, keberadaan JPO baru ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan maupun warga lokal. Keberadaannya akan melengkapi keindahan kawasan ikonik Jalan Tunjungan yang kini tengah digencarkan sebagai pusat wisata urban, seni, dan budaya.
“Harapannya nanti Jalan Tunjungan semakin ramai ya, apalagi kalau nanti ada JPO yang baru, jadi banyak tempat foto menarik,” imbuh Wali Kota Eri.
Dengan pembaruan ini, Pemerintah Kota Surabaya berharap mampu terus menghadirkan fasilitas publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik secara visual dan mendukung pengembangan sektor pariwisata kota.(*)





