Sebagai bagian dari implementasi PFB, BNPB mengadakan Sosialisasi Pendanaan Bersama dan Penguatan Mitigasi Berbasis Vegetasi di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Batu, pada Rabu (19/11).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 140 peserta, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga akademisi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program mitigasi berbasis vegetasi menjadi salah satu fokus utama karena banyak wilayah rawan longsor berada di lereng perbukitan dan bantaran sungai. Vegetasi berkualitas dengan akar kuat dinilai mampu Mengurangi erosi tanah, Menstabilkan struktur lereng, Memperbesar daya serap air, Menghambat aliran permukaan saat hujan intens.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi ketahanan jangka panjang terhadap bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim.

BNPB menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat mengandalkan anggaran rutin pemerintah daerah semata. Wilayah dengan risiko tinggi butuh instrumen pendanaan fleksibel seperti PFB untuk memastikan seluruh tahapan penanganan dapat berjalan tanpa hambatan.

Kombinasi antara pendanaan terencana dan penguatan ekologi melalui vegetasi dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat. Strategi ini menjadi langkah krusial bagi Jawa Timur dalam mengurangi dampak bencana banjir bandang, longsor, dan erosi yang hampir setiap tahun mengancam berbagai kabupaten.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2