Sementara itu, anggota IJTI Lamongan, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa kolaborasi antara jurnalis dan komunitas difabel dalam kegiatan bakti sosial ini menjadi bentuk sinergi yang positif di tengah masyarakat.

Ia menilai semangat yang ditunjukkan oleh para penyandang disabilitas sangat menginspirasi. Di tengah keterbatasan fisik yang dimiliki, mereka justru menunjukkan kepedulian yang besar terhadap sesama dengan ikut berbagi kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Bakti sosial ini menjadi bentuk sinergi yang luar biasa. Teman-teman difabel memiliki semangat berbagi yang tinggi meskipun dengan segala keterbatasan yang ada,” kata Abdul Wahid.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil disiapkan untuk dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di lokasi pembagian. Tak membutuhkan waktu lama, seluruh paket takjil yang disiapkan panitia habis dibagikan kepada masyarakat.

Aksi sosial ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang mengaku merasa tersentuh melihat semangat para penyandang disabilitas yang tetap aktif berbuat kebaikan.

Melalui kegiatan ini, IJTI Lamongan dan komunitas difabel berharap dapat terus membangun semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif di Kabupaten Lamongan.

Selain itu, kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebar kebaikan tanpa memandang keterbatasan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2