Ia menilai peningkatan produksi pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian. Dengan demikian, keberhasilan swasembada tidak hanya diukur dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan petani.

“Ini puncak kebahagiaan petani kita. Kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,” tutur Amran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mencapai kemandirian pangan secara menyeluruh. Amran menyebut masih terdapat beberapa komoditas strategis yang membutuhkan perhatian serius, khususnya daging sapi, susu dan kedelai.

Peningkatan produksi tiga komoditas tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Pemerintah, kata Amran, akan terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.

“Kami yakin, kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Mudah-mudahan tiga sampai lima tahun ini bisa menjadi kenyataan,” katanya.

Amran juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementan yang selama ini menjalankan program pertanian dengan intensitas tinggi. Ia menyebut pekerjaan di sektor pertanian membutuhkan komitmen dan kesiapan untuk bekerja di luar batas waktu kerja reguler.

“Kementerian Pertanian bekerja tanpa tanggal merah, semuanya tanggal hitam. Itu demi Merah Putih, demi kehormatan bangsa,” ungkapnya.

Namun, ia menyadari tuntutan pekerjaan tersebut turut berdampak terhadap waktu bersama keluarga para pegawai. Karena itu, dalam kesempatan tersebut Amran menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga jajaran Kementan atas tuntutan pekerjaan yang terkadang tidak mengenal waktu.

“Negara yang memanggil. Bukan kami secara pribadi, tapi negara memanggil untuk bekerja keras,” ujarnya.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, bagi Amran, menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pengabdian. Di satu sisi, pemerintah terus mengejar target besar dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan. Di sisi lain, negara juga harus memastikan masyarakat yang sedang menghadapi bencana memperoleh bantuan secara cepat.

Keseimbangan antara pembangunan dan kemanusiaan tersebut menjadi bagian penting dari makna kemerdekaan. Ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dinilai harus berjalan beriringan.

Kementan pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dalam pembangunan sektor pertanian maupun dalam merespons kondisi darurat yang membutuhkan kehadiran pemerintah.

Bagi Amran, capaian pertanian sekaligus respons terhadap bencana merupakan bagian dari pengabdian untuk bangsa. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi energi bagi seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja lebih cepat, responsif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan dan kerja bersama, pemerintah berharap keberhasilan swasembada pangan dapat dipertahankan sekaligus diikuti peningkatan kesejahteraan petani serta kemampuan negara memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2