LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, meningkatkan patroli kewilayahan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam di tengah kondisi kekeringan. Patroli kali ini menyasar area persawahan, embung, serta sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian di Desa Gempoltukmloko dan sekitarnya, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Sabtu (3/10/2026).
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, SH mengatakan, patroli yang dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB tersebut difokuskan pada pemantauan kondisi lingkungan, terutama debit air embung atau waduk serta lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan maupun bencana yang dapat berdampak kepada masyarakat.
“Anggota melaksanakan patroli kewilayahan sekaligus melakukan monitoring terhadap debit air embung dan kondisi lahan persawahan. Hal ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi bencana maupun kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Dalam pelaksanaannya, petugas jaga Polsek Sarirejo menyusuri sejumlah area persawahan dan kawasan embung di Desa Gempoltukmloko. Selain memantau ketersediaan serta kondisi debit air, personel juga mengamati lahan pertanian yang mengalami kekeringan dan berpotensi rawan terjadi kebakaran, khususnya apabila terdapat rumput, semak, maupun material kering yang mudah terbakar.
Petugas turut melakukan pemantauan terhadap keberadaan pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan masyarakat, terutama ketika terjadi perubahan cuaca yang disertai angin kencang maupun kondisi lain yang dapat menyebabkan pohon atau dahan roboh.
Menurut Kapolsek, kegiatan patroli tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga menjadi sarana bagi anggota kepolisian untuk mengetahui secara langsung perkembangan situasi lingkungan di wilayah hukumnya.
“Dengan turun langsung ke lapangan, anggota dapat mengetahui kondisi terkini di wilayah sekaligus melakukan langkah antisipasi sedini mungkin. Apabila ditemukan adanya potensi kerawanan, tentunya dapat segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” jelasnya.





