Tony menilai keberagaman tersebut justru menjadi salah satu kekuatan utama PTFI. Berbagai latar belakang yang dimiliki para pekerja dipersatukan dalam satu keluarga besar melalui nilai dan tujuan yang sama.
“Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Dengan berbagai suku bangsa dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Rote, walau diuji berkali-kali, atas pertolongan Tuhan, kita tidak tercerai berai, bahkan semakin erat bersatu, semakin kokoh sebagai satu keluarga besar, One Freeport,” katanya.
Di tengah proses pemulihan operasi, PTFI juga mencatat sejumlah target produksi yang menjadi bagian dari rencana perusahaan ke depan. Tony menyampaikan bahwa kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026.
Dengan kapasitas tersebut, perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas. Selanjutnya, kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027 dan secara bertahap kembali mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.
Pemulihan operasi dinilai memiliki arti strategis bukan hanya bagi keberlanjutan bisnis PTFI, tetapi juga terhadap besarnya kontribusi perusahaan kepada negara dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sepanjang 2025, PTFI tercatat memberikan kontribusi kepada negara sekitar Rp75 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun merupakan bagian yang diterima pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta kabupaten lainnya di Papua Tengah.
Tony mengatakan kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan PTFI di Indonesia diarahkan untuk memberikan manfaat yang luas. Ketika kapasitas produksi kembali mencapai 100 persen, kontribusi perusahaan kepada negara diproyeksikan dapat menembus lebih dari Rp100 triliun per tahun.
Semangat pemulihan dan pertumbuhan tersebut juga berlandaskan nilai SINCERE, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence. Nilai tersebut menjadi pijakan PTFI dalam menjalankan kegiatan operasional sekaligus menghadapi berbagai tantangan.
Melalui semangat One Freeport, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama Indonesia, masyarakat sekitar wilayah operasi, serta para pemangku kepentingan. Peringatan HUT ke-81 RI pun menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menegaskan tekad perusahaan untuk bangkit dan melanjutkan kontribusi bagi bangsa.
“Di tengah semua ujian yang kita hadapi saat ini, dari Tembagapura saya sampaikan: Dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” tutur Tony.





