“Kami masih menunggu hasil rekap medis dari RSUD Dr. Soegiri Lamongan, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium, guna memastikan apakah ini murni keracunan makanan atau ada faktor lain,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menambahkan, kasus ini baru dilaporkan secara resmi setelah muncul korban meninggal dunia. Sebelumnya, warga enggan melapor karena mempertimbangkan kondisi tuan rumah yang masih dalam suasana berduka.

“Gejala sebenarnya sudah muncul sejak Selasa kemarin. Namun warga sungkan untuk melapor karena acara tersebut adalah tahlilan 40 hari dan tuan rumah sedang berduka. Baru hari ini mereka berani menyampaikan kejadian tersebut,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu korban, Tatik, yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Turi, mengaku mulai merasakan keluhan beberapa jam setelah mengonsumsi nasi berkat yang dibawa pulang oleh suaminya. Ia mengalami mual, pusing, dan diare.

“Setelah makan berkatan yang dibawa suami, siangnya langsung mual, pusing, dan perut tidak enak,” tuturnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan melapor kepada aparat setempat. Penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab kejadian dan mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2