“Tujuan kami hadir di sini tentu untuk memastikan rangkaian acara Haflah Tahruj ini berjalan tanpa gangguan sedikitpun. Kami ingin masyarakat, orang tua santri, dan para tamu undangan merasa nyaman, aman, dan tenang saat mengikuti seluruh prosesi kegiatan,” ujar AKP Joko Suprianto di sela-sela acara.

Desa Tenggulun, yang merupakan lokasi Pondok Pesantren Al-Islam, memiliki dinamika sosial yang unik. Oleh karena itu, kolaborasi antara Polsek Solokuro dan Muspika menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. AKP Joko Suprianto menambahkan bahwa pihak kepolisian sangat mengapresiasi peran aktif pondok pesantren dalam membina karakter generasi muda yang religius sekaligus cinta tanah air.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, stabilitas keamanan (kamtibmas) bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan hasil dari sinergi seluruh elemen. Ketika masyarakat merasa nyaman saat menghadiri kegiatan keagamaan atau sosial, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat. Hal ini selaras dengan program transformasi Polri yang mengedepankan pendekatan humanis dan presisi.

Respon positif datang dari para peserta wisuda dan wali santri yang hadir. Kehadiran Kapolsek bersama unsur Muspika membuat suasana kegiatan menjadi lebih tertata. Beberapa wali santri mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengamanan dan kehadiran aparat di lokasi acara.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2