Selain memberikan pesan mengenai keamanan, AKP Joko juga menyoroti kerawanan yang kerap muncul di kalangan generasi muda di era digital saat ini. Ia secara khusus menghimbau agar para pemuda Pagar Nusa tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya, ajakan untuk berbuat negatif, maupun provokasi yang dapat merugikan diri sendiri dan organisasi.
Kapolsek secara tegas mengingatkan peserta konferensi agar selalu melakukan saring sebelum berbagi informasi (saring sebelum sharing) dan tidak menelan mentah-mentah berita hoaks yang marak beredar di media sosial.
“Saya berpesan kepada adik-adik dan seluruh anggota Pagar Nusa, jangan sampai terpengaruh oleh ajakan-ajakan untuk melakukan tindakan negatif atau aksi yang melanggar hukum. Jangan pula mudah percaya dan terprovokasi oleh berita hoaks yang menyesatkan dan dapat memecah belah kerukunan kita. Gunakan akal sehat dan bijaklah dalam bermedia sosial,” tegas perwira berpangkat tiga balok tersebut.
Kehadiran jajaran Muspika dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah kecamatan dan aparat keamanan terhadap eksistensi Pagar Nusa. Sinergitas yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat ini diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan yang muncul dari gesekan antar perguruan silat maupun tindak kriminal lainnya.
Acara Konferancab III ini pun diakhiri dengan komitmen bersama untuk senantiasa mendukung Polri dalam menjaga situasi di wilayah hukum Polsek Solokuro tetap stabil. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pagar Nusa dapat menjadi garda terdepan dalam menebarkan nilai-nilai perdamaian dan kerukunan di Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah Solokuro.





