Berdasarkan pendataan, total kerugian ditaksir mencapai Rp 761 juta. Rinciannya meliputi bangunan senilai Rp 100 juta, bahan kain Rp 600 juta, perangkat elektronik seperti komputer, laptop, hingga kipas angin sekitar Rp 11 juta, serta mesin produksi senilai Rp 50 juta.

“Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kebakaran diduga kuat karena korsleting listrik pada panel gudang,” tegas Ipda Hamzaid.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan yang digunakan untuk produksi dan menyimpan bahan mudah terbakar.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2