BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Lamongan, Selasa (20/1/2026).
Mereka menagih janji pemerintah terkait penanganan banjir tahunan yang dinilai hanya jalan di tempat. Aksi ini dipicu oleh kegelisahan masyarakat terdampak banjir, khususnya di kawasan Bengawan Jero, yang setiap tahun harus merugi akibat luapan air yang tak kunjung teratasi secara sistematis.
Ketua PMII Komisariat Unisda Lamongan, Firman, dalam orasinya menyatakan bahwa pemerintah daerah dan legislatif cenderung terjebak dalam pola penanganan seremonial dan jangka pendek.
Menurutnya, dampak banjir saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena melumpuhkan sektor ekonomi petani tambak hingga akses pendidikan anak bangsa.
“Banjir terus berulang, tapi solusinya masih bersifat sementara. Kami menuntut kebijakan yang menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar bantuan logistik saat air sudah merendam rumah warga,” tegas Firman di tengah massa aksi.





