Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Bahrudin, S.M., M.M., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan stok pangan daerah tetap aman dan mencukupi.
Menurutnya, keberadaan Gerakan Pangan Murah menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pasokan bahan pokok tersedia dan dapat diakses dengan mudah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan rasa nyaman kepada masyarakat bahwa kebutuhan pokok di Kabupaten Tulungagung dalam kondisi siap dan tersedia. Tujuan kegiatan ini agar masyarakat tidak resah terhadap ketersediaan pangan saat ini,” tegas Ahmad Bahrudin.
Ia menambahkan bahwa stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk petani, distributor, pelaku usaha, dan instansi terkait agar distribusi pangan berjalan lancar serta mampu menekan potensi gejolak harga di pasaran.
Selain menjadi instrumen pengendalian inflasi, Gerakan Pangan Murah juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi produk unggulan Kabupaten Tulungagung kepada masyarakat. Beragam hasil olahan pangan lokal yang dipamerkan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Pemkab Tulungagung berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung produk lokal.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat, upaya menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat UMKM, serta mengendalikan inflasi daerah diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan demi mewujudkan perekonomian daerah yang semakin kuat dan masyarakat yang lebih sejahtera.(*)





