BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Isu penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) secara massal memicu aksi solidaritas di Lamongan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan menggelar aksi unjukrasa di kantor Dinas Sosial, BPJS Kesehatan hingga gedung DPRD Kabupaten Lamongan, Jumat (13/2/2026).
Ketua Cabang IMM Lamongan, Aleksi Candra Putra, mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya warga yang baru mengetahui kartu BPJS mereka tidak aktif justru saat sudah berada di rumah sakit atau pasca menjalani tindakan medis. Ia menegaskan bahwa urusan nyawa tidak boleh dikalahkan oleh kerumitan administrasi.
“Kegaduhan di masyarakat terjadi saat mereka hendak berobat atau sudah masuk rumah sakit, bahkan ada yang sudah operasi, baru kaget kalau BPJS-nya tidak aktif. Kami meminta BPJS Kesehatan untuk senantiasa mengedepankan kepentingan kemanusiaan daripada administrasi,” tegas Aleksi.
Senada dengan mahasiswa, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan Tulus Santoso turut menyoroti akar permasalahan yang bersumber pada sinkronisasi data. Ia menyebut adanya ketidaksesuaian antara data Desil di lapangan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Hari ini terjadi Desil-nya 6 tapi kondisi lapangan 1. Artinya ini semua muaranya pada DTKS yang seharusnya di Kabupaten Lamongan ada pembaruan data secara menyeluruh agar tidak amburadul,” ungkapnya.






