Tingginya antusiasme peserta dari luar daerah mengindikasikan bahwa festival ini memiliki daya tarik yang kuat. Ajang ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga (sports tourism) yang memadukan unsur ketangkasan fisik, keindahan alam perairan, serta kearifan budaya lokal pedesaan.

Apresiasi senada juga datang dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro. Hadir langsung meninjau jalannya acara, Hadi Wawan memuji konsistensi masyarakat Desa Tejoasri dalam merawat tradisi ini. Ia secara terbuka menyatakan dukungan penuh agar festival tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kalender event resmi Provinsi Jawa Timur guna memperluas jangkauan promosi dan pesertanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami sangat mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival Dayung Tejoasri ini. Harapannya, kegiatan luar biasa ini bisa resmi masuk dalam kalender event Provinsi Jawa Timur. Dengan begitu, jangkauan pesertanya ke depan tidak hanya terbatas di lingkup regional Jawa Timur saja, melainkan dapat berkembang menjadi event berskala nasional,” ungkap Hadi Wawan.

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa jika festival ini berhasil naik tingkat ke panggung nasional, gaungnya akan mampu mendongkrak popularitas Kabupaten Lamongan sehingga semakin dikenal luas di kancah nasional maupun internasional.

Merajut Kembali Kedekatan Masyarakat dengan Bengawan Solo

Sementara itu, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi warganya. Selain sebagai ajang prestasi olahraga, ajang ini dirancang sebagai momentum untuk merajut kembali kedekatan emosional antara masyarakat modern dengan sungai Bengawan Solo. Sejak dahulu kala, sungai terpanjang di Pulau Jawa ini telah menjadi pusat peradaban serta urat nadi utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui perpaduan harmonis antara unsur olahraga tradisional, atraksi budaya, dan pemberdayaan potensi wisata lokal, Festival Dayung Tejoasri berhasil menjelma menjadi ruang publik yang inklusif. Warga tidak hanya disuguhkan tontonan yang menghibur, tetapi juga diajak bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan perairan sekaligus memperkenalkan pesona Kabupaten Lamongan kepada khalayak yang lebih luas.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2