LAMONGAN – Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan melalui monitoring Program Pekarangan Bergizi (P2B) dan pemanfaatan lahan pertanian. Kali ini, anggota kepolisian turun langsung mengecek perkembangan tanaman padi di Desa Mangkujajar, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Rabu (14/10/2026).
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung penguatan ketahanan pangan di tingkat desa. Melalui pemantauan langsung, pihaknya ingin memastikan lahan yang telah dimanfaatkan untuk tanaman pangan dapat terus dikembangkan secara optimal.
“Monitoring ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan pemanfaatan lahan pertanian berjalan dengan baik sekaligus mengetahui perkembangan tanaman serta kendala yang mungkin dihadapi masyarakat di lapangan,” ujar IPTU Sono.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.10 WIB tersebut dilaksanakan oleh dua personel Polsek Kembangbahu, yakni AIPTU Didik AS dan AIPDA Hartono.
Keduanya mendatangi lokasi pemanfaatan lahan pertanian di Desa Mangkujajar yang telah ditanami padi sebagai bagian dari kegiatan pemantauan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kembangbahu.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi lahan dan memantau perkembangan tanaman padi yang telah dibudidayakan.
Pemantauan ini bertujuan mengetahui sejauh mana pemanfaatan lahan berjalan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan hambatan dalam pelaksanaan program di lapangan.
Selain memastikan keberlangsungan kegiatan pertanian, monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui berbagai kebutuhan yang dapat mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan.
Menurut Sono, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap pengelolaan, perawatan tanaman, serta upaya mengatasi berbagai kendala yang muncul.
Karena itu, pemantauan secara berkala dinilai penting agar perkembangan tanaman dapat diketahui dan permasalahan yang ditemukan bisa segera dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami berharap lahan yang sudah ditanami dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal. Apabila terdapat kendala dalam pelaksanaannya, tentu perlu dilakukan koordinasi agar dapat ditemukan solusi yang tepat sehingga program ketahanan pangan tetap berjalan,” jelasnya.





