Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa pihaknya siap menjadi jembatan komunikasi antara petani dengan instansi terkait.

“Kami siap memfasilitasi koordinasi antara petani dengan pihak UPT Pertanian Kecamatan Solokuro. Tujuannya jelas, agar setiap permasalahan teknis baik itu terkait ketersediaan pupuk, hama, maupun cara perawatan dapat segera diatasi melalui pendampingan ahli. Kami ingin mewujudkan petani yang sejahtera dengan hasil panen yang melimpah, sehingga ekonomi kerakyatan di Solokuro semakin kuat,” tambahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemilihan komoditas melon dan talas (ubi rambat) di Desa Takerharjo dinilai sebagai langkah strategis untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Melalui pendampingan yang konsisten, diharapkan para petani dapat melakukan efisiensi biaya produksi dan meningkatkan kualitas hasil panen, yang pada akhirnya akan mendongkrak kesejahteraan keluarga petani itu sendiri.

Monitoring ini disambut baik oleh masyarakat petani setempat. Kehadiran anggota kepolisian di tengah ladang dianggap memberikan motivasi tambahan bagi mereka untuk terus meningkatkan produktivitas lahan.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh Polsek Solokuro ini diharapkan dapat menjadi role model bagi sektor kepolisian lainnya dalam menggerakkan roda ekonomi agraris di tingkat kecamatan demi mendukung kemandirian pangan nasional.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2