Peringatan Harlah ke-20 Al-Fatimah juga menjadi momentum memperluas pelayanan kepada masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut diluncurkan kolaborasi KBIHU Al-Fatimah bersama PT Insan Madani Wisata atau Imawa Tour & Travel.

Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan, bimbingan, serta pendampingan masyarakat yang akan menjalankan ibadah haji dan umrah. Ning Lia turut mengikuti prosesi pemotongan balon sebagai simbol dimulainya kolaborasi tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., mengatakan perjalanan selama dua dekade menjadi momentum penting untuk melihat kembali perkembangan pesantren sekaligus menentukan langkah ke depan.

Menurut KH Tamam, Al-Fatimah kini memiliki jenjang pendidikan yang semakin lengkap, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, lembaga pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sudah lengkap, mulai kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP dan SMA, hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah,” ujar KH Tamam.

Pengembangan tersebut, lanjut dia, tidak berhenti pada pendidikan formal. Pesantren juga berupaya memperkuat perannya dalam pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui pendampingan ibadah haji dan umrah.

“Kita akan melayani umat agar perjalanan ibadah haji dan umrahnya lancar dan barokah,” katanya.

KH Tamam berharap Harlah ke-20 menjadi energi baru bagi keluarga besar Al-Fatimah untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi pesantren.

“Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian dan prestasi pondok pesantren. Pondok pesantren harus mandiri dan menjadi pilar Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara bersama pondok pesantren,” tegasnya.

Peringatan dua dekade Al-Fatimah turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., Anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, pengusaha asal Pamekasan H. Khairul Umam atau Haji Her, keluarga besar pesantren, alumni, wali santri, serta sejumlah tamu undangan.

Di penghujung acara, keakraban Ning Lia dengan para santri kembali terlihat. Sejumlah santri masih menghampirinya untuk berjabat tangan maupun meminta foto bersama.

Perayaan Harlah ke-20 tersebut pun tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang Al-Fatimah dalam dunia pendidikan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen pesantren untuk terus berkembang, menjaga nilai-nilai keislaman, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2