“Psychosocial Structured Activities (PSSA) perlu dilakukan untuk pencegahan gangguan psikososial pasca bencana alam banjir. Selain itu dengan adanya PSSA, guru juga dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi anak yang mengalami banjir tahunan. Kegiatan PSSA dilakukan dalam 5 fase dan tiap fase memiliki karakteristik yang berbeda yakni fase 1 (rasa aman), fase 2 (penghargaan diri), fase 3 (narasi pribadi), fase 4 (penyesuaian diri), dan fase 5 (perencanaan masa depan). Kegiatan PSSA yang dilakukan dapat bermacam-macam, akan tetapi paling penting adalah penarikan makna dari setiap kegiatan,” ujar Anestasia.
Terlihat sejumlah guru sangat antusias mengikuti kegiatan, aktif berdiskusi tentang dukungan psikososial. Seluruh siswa juga sangat antusias, semangat, dan mengikuti arahan permainan dengan baik. Adanya pelatihan dan pendampingan kepada guru didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah dasar tentang Psychosocial Structured Activities (PSSA).
Anestasia juga berharap seluruh guru di SDN Sidomulyo 1 mampu melakukan pelayanan dukungan psikososial meliputi rapid assessment dan bagaimana cara melakukan Psychosocial Structured Activities (PSSA) dengan baik dan berkesinambungan dimana seluruh guru diharapkan dapat melakukan pelayanan dukungan psikososial ini apabila banjir tahunan melanda sekolah tersebut.
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang baik antara guru SDN Sidomulyo 1, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Keperawatan Unair,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Sidomulyo 1 Sudiono, S.Pd. memberikan pandangan dan harapan tentang kegiatan ini diberikan kesempatan kedatangan Tim Vokasi Universitas Airlangga membahas tentang masalah trauma yang dialami siswa selama banjir sehingga penanganannya bisa lebih efektif dan efisien.
“Harapan kami kegiatan ini bisa disosialisasikan juga kepada anak didik maupun orang tua siswa. Semoga nanti bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
“Kesan saya dengan acara ini sangat bermanfaat karena baru pertama kali diadakan di sini dan kegiatan ini sangat membantu kami bagi para guru dengan permasalahan yang sangat kompleks seperti permasalahan psikososial bagi siswa, penanganan bagi siswa. Terima kasih kepada tim,” tambah Arifatul Mahzumah, S.Pd.SD salah satu guru di SDN Sidomulyo 1.
Sebagaimana diketahui, anak merupakan kelompok rentan yang memerlukan dukungan kesehatan mental dan psikososial dalam menciptakan kondisi untuk pertumbuhan optimal dan kesejahteraan anak dalam situasi bencana.
Indonesia merupakan daerah rawan bencana alam, salah satunya banjir. Bencana alam banjir memberikan dampak psikologis dan krisis kesehatan pada anak, dimana anak akan terganggu dalam melakukan aktivitas sehari-hari termasuk pembelajaran, merasa takut, rasa ingat dengan banjir jika dalam kondisi normal.
Melalui kegiatan ini diharapkan sebagai upaya untuk memberikan dukungan psikososial pada anak korban banjir melalui pemberdayaan guru sekolah dasar dalam memberikan Psychosocial Structured Activities (PSSA) pada anak korban banjir.





