BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Upaya mitigasi bencana terjadinya pergeseran tanah terutama di lingkungan sekolah, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) gelar optimalisasi satuan pendidikan aman bencana (SPAB).
Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Kembangbahu Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan ini pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang optimalisasi SPAB dilaksanakan oleh Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) yang diketuai oleh Dr. Fanni Okviasanti, S.Kep., Ns., M.Kep. bersama dengan tim pengabdi Amellia Mardhika, S.Kep., Ns., M.Kes. dan Arina Qona’ah, S.Kep., Ns., M.Kep., serta dibantu oleh mahasiswa semester 4 Prodi DIII Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair).
Dr. Fanni Okviasanti, S.Kep., Ns., M.Kep. selalu ketua kegiatan menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2023 di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan.
Dr. Fanni Okviasanti, mengatakan bentuk kegiatan yang dilaksanakan yakni berupa pemberdayaan terhadap guru dan siswa melalui pelatihan dan pendampingan pelaksanaan SPAB di sekolah.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam empat tahap, yaitu tahap pertama berupa pembentukan tim satuan tugas bencana di tingkat sekolah, dilanjutkan tahap kedua yakni pelatihan guru dan siswa tentang SPAB, kemudian tahap ketiga berupa pendampingan kepada tim satuan tugas bencana tingkat sekolah dalam menjalankan program SPAB, dan tahap yang terakhir adalah evaluasi dan rencana tindak lanjut terkait pelaksanaan kegiatan SPAB.” ujar Dr. Fanni Okviasanti, S.Kep., Ns., M.Kep kepada BeritaSiber.com, Jumat (01/12/2023).
Menurut Dr. Fanni Okviasanti, situasi bencana alam secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor masyarakat, salah satunya pada sektor pendidikan.
Pada sektor pendidikan, bencana dapat berdampak pada bangunan sekolah dan infrastruktur sekolah, termasuk siswa dan guru, serta komponen sekolah lainnya yang merupakan bagian dari komunitas sekolah.
“Sekolah memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh terjadinya bencana dan dalam mencegah bahaya bencana. Pendidikan terhadap kebencanaan diperlukan pada setiap satuan pendidikan untuk menanamkan sejak dini pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.
Untuk itu, sambungnya pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tingkat sekolah perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam melakukan mitigasi bencana dan mengurangi dampak bahaya akibat bencana.
“Sasaran program ini meliputi seluruh jenjang pendidikan dengan melibatkan guru, siswa, dan komite sekolah,” imbuhnya.





