Pada sesi pelatihan, Dr. Fanni Okviasanti mengungkapkan pihaknya mengundang BPBD Kabupaten Lamongan yang dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lamongan sekaligus untuk menyampaikan materi tentang SPAB.
“Kita mengundang BPBD Lamongan, untuk materi SPAB disampaikan oleh Bapak Gunawan, SE., M.M., selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lamongan. Dan kegiatan pelatihan tidak hanya diikuti oleh siswa, tetapi juga guru SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan,” ujarnya.
Adapun hasil dari kegiatan ini antara lain, terbentuknya tim satuan tugas bencana di tingkat sekolah, tersusunnya rencana kegiatan untuk pelaksanaan SPAB, terlaksananya implementasi rencana kegiatan berupa pelatihan tentang kebencanaan dan pemberian pertolongan pertama pada korban bencana, serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan tentang SPAB.
Dr. Fanni Okviasanti, S.Kep., Ns., M.Kep. juga berharap agar SPAB tetap dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan. Tim satuan tugas bencana yang telah terbentuk diharapkan dapat optimal dalam melaksanakan SPAB.
“Selain itu, kerjasama guru dan siswa yang baik perlu dilakukan agar SPAB dapat berjalan dengan baik dalam upaya mitigasi bencana di tingkat sekolah. Dengan demikian, sekolah siap dalam menghadapi bencana pergeseran tanah yang setiap saat melanda,” jelasnya.
Sementara itu, terlihat seluruh peserta pelatihan sangat antusias, aktif, dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan, baik dalam sesi materi maupun sesi diskusi. Selain itu, peserta juga aktif terlibat dalam setiap tahap kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan, Muhtarom, S.Pd., M.Si. menyambut baik serta memberikan kesan dan harapan tentang kegiatan ini.
“Kami sangat bersyukur sekali teman-teman dari Fakultas Vokasi memberikan materi dan praktik dalam penanganan bencana secara dini sehingga paling tidak siswa-siswi kami sudah mengerti awal yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Harapan kami semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah, terutama sekolah kami yang notabene memang sering mengalami pergeseran tanah,” tuturnya.
Salah satu siswi SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan juga menyampaikan kesannya terhadap kegiatan pelatihan dalam pengabdian kepada masyarakat ini.
“Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan sangat menyenangkan karena saya mendapatkan ilmu dan pengalaman baru tentang bagaimana melakukan pertolongan pertama pada korban bencana.” ujar Syafaatu Rahmawati, siswi kelas XI 4 SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan.





