Menjelang pelaksanaan Armuzna, jemaah haji juga diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas. Mereka disarankan untuk beribadah di hotel atau melakukan aktivitas yang minim gerakan, namun tetap mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Hal ini bertujuan untuk menghindari kelelahan menjelang pelaksanaan Armuzna.
Pihak Kementerian Agama juga akan memberikan informasi detail mengenai jadwal melempar jumrah, sehingga jemaah merasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah tersebut.
“Tentu saja, ada berbagai modifikasi yang diupayakan demi keamanan dan keselamatan jemaah,” pungkas Hilman.
Wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau 5 Juni 2025. Setelah wukuf, jemaah akan melanjutkan dengan mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, dan melempar jumrah.
Dalam monitoring ini, turut hadir Direktur Bina Haji Musta’in Ahmad, Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi, Kepala Daker Makkah Ali Machzumi, dan Ketua Tim Monev Saiful Mujab.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.(*)





