“UMKM adalah salah satu solusi untuk mahasiswa yang ingin menjadi mandiri, baik sebagai pengusaha atau dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kami ingin agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang usaha sendiri,” tegas Rektor.
Dekan FEB Abid Muhtarom mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berpotensi dalam bidang kewirausahaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas serta mendapatkan masukan dari para ahli dan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
“Program ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. FEB Preneur Day dilaksanakan setiap tahun untuk mencari dan memberi ruang bagi mahasiswa yang memiliki usaha dengan potensi tinggi. Kami ingin agar usaha-usaha yang dikembangkan oleh mahasiswa bisa berkelanjutan dan berkembang lebih jauh,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Melalui program ini, FEB berharap dapat terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil langkah pertama dalam dunia bisnis.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar mengenai ekonomi di dalam kelas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menerapkan ilmunya dalam dunia nyata, salah satunya lewat kewirausahaan,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten I Pemkab Lamongan, Joko Nursiyanto, yang hadir langsung dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada FEB Unisla atas penyelenggaraan acara yang sangat bermanfaat ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan FEB Preneur Day yang kali ini memperlihatkan produk-produk yang bisa dikategorikan sebagai produk UMKM. Ini sangat selaras dengan visi Bupati Lamongan, terutama dalam 15 program prioritas yang salah satunya adalah UMKM naik kelas,” ujarnya.
Joko melanjutkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisla tidak hanya sebatas teori, tetapi juga memiliki kontribusi langsung terhadap pengembangan ekonomi lokal.
Menurutnya, banyak produk yang ditampilkan dalam acara ini sangat beragam, mulai dari makanan khas, sayuran olahan, hingga produk kreatif seperti masakan tradisional yang menunjukkan potensi besar mahasiswa untuk berinovasi.
“Hal ini menunjukkan kepekaan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah ke dalam dunia nyata. Kami ingin mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan studi, mahasiswa harus memiliki keahlian yang berguna bagi masyarakat. Dan, FEB Preneur Day adalah contoh konkret dari usaha fakultas untuk mewujudkan hal itu,” tambahnya.(Bs).





