Menurut Riza, penanganan terhadap aksi tawuran membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Selain langkah penegakan hukum, upaya pencegahan juga harus dilakukan secara bersama-sama, terutama melalui pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak serta remaja.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya rencana atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tawuran agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk memungkinkan polisi melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi bentrokan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di sisi lain, orang tua juga diminta meningkatkan perhatian terhadap pergaulan anak. Pengawasan bukan hanya dilakukan ketika anak berada di rumah, tetapi juga dengan mengetahui lingkungan pertemanan, aktivitas, serta kebiasaan anak di luar rumah.

“Kami meminta para orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai mereka terlibat dalam aksi tawuran ataupun justru menjadi korban tindak kejahatan,” kata Riza.

Polresta Banjarmasin memastikan kegiatan patroli dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan akan terus ditingkatkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan yang melibatkan kelompok remaja.

Kasus dugaan tawuran yang melibatkan lima remaja tersebut kini masih dalam proses pendalaman oleh Satreskrim Polresta Banjarmasin. Polisi akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai dengan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan Kota Banjarmasin yang aman dan kondusif, khususnya dari potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan kalangan remaja. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2