BERITASIBER.COM | SUMENEP – Dugaan praktik produksi dan distribusi rokok ilegal kembali mencuat di Kabupaten Sumenep. Produk yang disebut-sebut beredar tanpa pita cukai resmi itu bermerek “Milde Exclusive”, dengan kemasan menyerupai rokok legal pada umumnya.
Informasi yang beredar menyebut, aktivitas produksi diduga berlangsung di wilayah Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Berdasarkan penelusuran lapangan, aktivitas tersebut dilakukan secara tertutup di sebuah bangunan yang beroperasi pada malam hari.
Warga sekitar mengaku kerap melihat truk dan kendaraan pengangkut masuk ke lokasi pada malam hari. “Biasanya ada karton banyak dibawa masuk, katanya isinya rokok, tapi tidak terlihat label cukainya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Rabu (16/10/2025).
Rokok bermerek Milde Exclusive itu disebut sudah beredar di beberapa wilayah di Madura, termasuk Pamekasan dan Bangkalan, dengan harga jual lebih murah dibanding produk bercukai resmi.
Lebih jauh, sumber internal menyebut nama HN sebagai sosok yang mengendalikan seluruh proses produksi dan distribusi rokok ilegal merek Milde Exclusive itu. Ia disebut-sebut memiliki jaringan pemasaran kuat hingga ke wilayah Pamekasan dan Bangkalan.
“Semua orang tahu, itu usaha HN. Tapi tidak ada yang berani ngomong, karena dia disebut menantu dari HM, orang berpengaruh di Ganding,” ujar sumber lain yang juga mengetahui aktivitas tersebut.
Informasi ini memunculkan dugaan bahwa praktik produksi rokok ilegal itu sudah berlangsung cukup lama dan berjalan aman karena adanya backing kuat dari tokoh tertentu.
Menurut catatan resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, setiap batang rokok yang diproduksi tanpa pita cukai sah dianggap barang kena cukai ilegal. Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Madura, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, belum memberikan jawaban terkait dugaan peredaran Milde Exclusive tersebut.





