Pada Inovasi Samtaku, berhasil mengurangi sampah hingga 22,5% atau setara dengan 52,3 ton/hari. Secara nilai ekonomi, inovasi Samtaku mampu menghasilkan nilai ekonomi sampah 5 Miliar/tahun dari yang sebelumnya 100 Juta/tahun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Salah satu inovasi kami adalah Samtaku, inovasi ini memiliki tujuan untuk menciptakan kebersihan lingkungan di Kabupaten Lamongan. Dan Alhamdulillah kami dapat mengimplementasikannya hingga saat ini,” jelas Pak Yes.

Samtaku ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan akan prioritas Presiden yakni green economy. Selain itu ada juga olahan limbah untuk usaha ternak dan asuransi sapi ternak sejahtera (Ombak Si Petra), investasi sampah untuk kesehatan (ISUK), sistem manajemen tanaman sehat berbasis agro teknologi (Simas Agro).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Inovasi selanjutnya adalah POL, yangmana hadirnya inovasi ini bisa mempermudah belanja karena sistem online, muncul lapangan pekerjaan baru, dan mendukung produk unggulan Lamongan.

“Pada inovasi digital kamu ada POL, inovasi ini berkontribusi pada peningkatan PAD dan peningkatan ekonomi masyarakat Lamongan,” jelas Pak Yes.

Tentu inovasi digital yang dihadirkan merupakan implementasi digitalisasi layanan pemerintah atau smart city dan go economic pasar tradisional.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2