Kemudian dilanjut dengan Skrining HIV dengan cara pengambilan sampel darah terhadap tahanan satu persatu, pengambilan sampel ini dilakukan terhadap tahanan laki-laki, setelah pengambilan sampel darah kemudian dilakukan pengecekan menggunakan Strip Tes HIV/Tes AIDS yang dibawa oleh tim medis.
Apabila hasil skrining diketahui ada indikasi WBP menderita HIV, maka pihak Lapas akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika ada yang terindikasi, akan dilakukan tes dahak dengan mengirimkan sampel dahak ke laboratorium rumah sakit untuk memastikan apakah WBP yang dicurigai benar sakit HIV atau tidak.
Mahrus, selaku Kalapas Lamongan memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Puskesmas Lamongan yang selama ini dengan serius telah membantu Lapas Lamongan.
Kalapas berharap, semoga kerja sama ini terus dapat dilaksanakan bahkan semakin ditingkatkan.
“Kegiatan skrining HIV/AIDS merupakan wujud kolaborasi Tim Kesehatan Lapas Lamongan dengan Puskesmas Lamongan ini sangat penting artinya sebagai bentuk kegiatan deteksi dini kesehatan para WBP di Lapas Lamongan,” ujar Mahrus.
Dari kegiatan skrining HIV dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan, diharapkan terdeteksi lebih dini kasus HIV di Lapas Lamongan dan mencegah penularan HIV antar Warga Binaan.





