Dan kecamatan Ngampilan, dari 100 responden memilih Muhammad Afnan Hadikusumo (25%), Wawan Harmawan (11%), Heroe Poerwadi (17 %), Singgih Raharjo (19 %), dan tidak mengetahui Pilkada serta belum mengenal Balon (28%).
Di Pakualam, sebanyak 28 % hasil survey, warga atau responden yang belum mengetahui siapa calonnya, serta tidak mengetahui pelaksanaan Pilkada.
Bakal Calon Walikota dari PAN, Heroe Poerwadi menempati posisi paling banyak diminati atau dan dipilih, menjelang Pemilukada Nopember mendatang, yakni sebesar 27 %. Pada posisi kedua, dengan jumlah 23 % warga memilih Bakal Calon Walikota asal Partai Golkar dan PKS, Muhammad Afnan Hadikusumo. Sementara itu, posisi ketiga dengan jumlah 12 %, responden memilih Wawan Harmawan. Dan Politisi PDI Perjuangan, Antonius Fokki Ardiyanto sebesar 10 %.
Menurut Koordinator, Rifkhi, survey ini untuk parameter dan referensi bagi bakal calon, untuk semakin menguatkan para kandidat lebih kepada pengembangan elektabilitasnya.
Survey juga menggalang opini publik terkait harapan masyarakat kedepannya terhadap balon, dalam bentuk wawancara secara langsung.
“Kita langsung terjun ke masyarakat untuk wawancara dan mengumpulkan pollingnya. Sehingga real, dan bukan berdasarkan rekaan. Kita kumpulkan dalam bentuk video dari semua masyarakat yang memberikan tanggapan dan pilihannya siapa yang layak dipilih sebagai walikota Yogyakarta,” ujarnya.
Dengan melihat hasil survey kata Rifkhi, kandidat dapat menentukan skala prioritas kampanye sehingga dana yang ada, tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak produktif.
“Tentu masing-masing calon itu ada dana kampanyenya, sehingga di daerah yang belum kuat, bisa dikuatkan lagi dengan metode sosialisasi dan kampanyenya,” tandasnya. (WR)
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com






