“Upaya seperti ini patut didukung dan direplikasi. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari tempat asalnya,” kata Emil Yusri.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLHK Bulukumba, Nasruddin, menyebut Dapur MBG Bulolohe sebagai pelopor penerapan pengelolaan limbah dapur di lingkungan program MBG tingkat kabupaten.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Materi pelatihan juga mencakup aspek regulasi dan teknis, mulai dari ketentuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga metode pengolahan limbah cair yang aman dan aplikatif. Pemaparan disampaikan oleh Hj. Rosdiana dan Nur Muatsir.

Program ini diharapkan menjadi model bagi dapur MBG lainnya di Kabupaten Bulukumba dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SPPG MBG Bulolohe dan Relawan Sampah Bulukumba sebagai bentuk penguatan kolaborasi berbasis komunitas dalam pengelolaan sampah. (Arie)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2