Kedua, dari sisi sosial, reklame dan baliho memiliki peran penting dalam penyebaran informasi dan edukasi politik. Melalui media ini, kandidat dapat menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka kepada masyarakat luas. Ini membantu pemilih dalam membuat keputusan yang lebih baik dan berdasarkan informasi yang cukup.
Namun, perlu diwaspadai bahwa penggunaan reklame dan baliho juga dapat menimbulkan polarisasi di masyarakat jika pesan yang disampaikan tidak dikemas dengan bijak dan cenderung provokatif.
Selain itu, kepadatan reklame dan baliho di ruang publik dapat mengganggu estetika kota dan kenyamanan masyarakat. Maka dari itu, penempatan reklame harus mempertimbangkan aspek keindahan kota dan tidak mengganggu fungsi ruang publik.
Sebagai penutup, pemanfaatan reklame dan baliho dalam konteks Pilkada di Kabupaten Lamongan memiliki dampak yang kompleks dan beragam. Agar dampak positifnya dapat dimaksimalkan dan dampak negatifnya diminimalkan, diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Regulasi yang jelas dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci agar penggunaan reklame dan baliho dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan.
Oleh: DR. Abid Muhtarom, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Lamongan (UNISLA)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com





