“Ini memang ornamen, bukan bangunan struktural. Bahannya kayu dan gips, jadi secara kekuatan tidak diperhitungkan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti kemarin,” jelasnya.
Sebelumnya, hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan robohnya gapura paduraksa di bagian belakang Kantor Pemkab Lamongan. Peristiwa tersebut langsung ditangani oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta dibantu warga sekitar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamongan, M. Naim, mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk melakukan evakuasi serta pembersihan material bangunan dan pohon tumbang guna memastikan keamanan lingkungan sekitar.
“Kami segera melakukan evakuasi dan pembersihan untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. Saat ini pendataan kerusakan masih terus dilakukan,” ungkapnya.
Pemkab Lamongan memastikan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Ke depan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebagai bahan pertimbangan dalam penataan ornamen dan fasilitas publik agar lebih adaptif terhadap potensi cuaca ekstrem, sekaligus tetap menjaga aspek estetika lingkungan perkantoran.





