Menurut Rubikah, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan, melainkan bagian dari upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk menampilkan karya, mengembangkan potensi, membangun jejaring, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan kepemudaan.
“Wake Up Lamongan Tahun 2026 menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi antarorganisasi pemuda maupun komunitas. Kegiatan ini diharapkan mampu memberi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas, menampilkan karya, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan kepemudaan di Kabupaten Lamongan,” ungkap Rubikah.
Antusiasme generasi muda terlihat dari keterlibatan 25 komunitas, 15 organisasi kepemudaan, lima bidang pemuda pelopor, serta Karang Taruna. Mereka turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif, pameran, hiburan, hingga pertunjukan yang memberikan kesempatan bagi setiap komunitas untuk memperkenalkan identitas dan potensi masing-masing.
Beragam agenda menarik turut mewarnai kegiatan tersebut. Di antaranya pameran dan aktivitas tenant komunitas, kompetisi Beyblade, mini turnamen e-sport, lomba mural, doodle art, serta workshop pantomim.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pameran produk kreatif dan kewirausahaan yang menampilkan potensi usaha anak muda. Komunitas seni, cosplay, dan otomotif turut mengambil bagian, memperlihatkan beragam ekspresi kreativitas yang berkembang di kalangan generasi muda Lamongan.
Suasana semakin semarak melalui penampilan tari, band, drummer, hingga pertunjukan teater di panggung utama Wake Up Lamongan 2026. Berbagai penampilan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Rubikah berharap interaksi yang terbangun melalui kegiatan ini tidak berhenti pada pertemuan sesaat. Lebih dari itu, ia ingin muncul hubungan yang berkelanjutan, saling mendukung, dan menghasilkan kerja sama konkret antarkomunitas maupun organisasi kepemudaan.
“Kami ingin anak-anak muda Lamongan saling mengenal, saling menguatkan, kemudian berkolaborasi. Potensi yang dimiliki, baik seni, kewirausahaan, teknologi, olahraga, maupun bidang lain, harus terus dikembangkan menjadi karya dan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem kepemudaan di Kabupaten Lamongan. Dengan tersedianya ruang berekspresi dan kesempatan mengembangkan kemampuan, generasi muda diharapkan semakin percaya diri dalam menghasilkan inovasi dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Melalui Wake Up Lamongan 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap semangat kebersamaan dan kreativitas generasi muda terus tumbuh menjadi gerakan nyata. Bukan hanya melahirkan karya yang membanggakan, tetapi juga membuka peluang, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
“Melalui Wake Up Lamongan, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara organisasi pemuda, komunitas, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan karya serta gerakan nyata untuk menjadikan Lamongan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.





