Penguatan kelembagaan ekonomi petani menjadi salah satu fokus pembahasan karena berkaitan dengan kemampuan petani dalam mengelola usaha, meningkatkan posisi tawar, serta memperluas akses terhadap pasar. Selain itu, sistem rantai pasok yang berjalan baik diharapkan dapat mendukung distribusi hasil pertanian agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Tak hanya menggelar diskusi, Tim Riset BRIN juga melakukan kunjungan lapangan ke Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau tanaman padi dan Waduk Rancangkencono untuk melihat kondisi lapangan yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya pendukungnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan riset untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi pertanian di daerah. Temuan lapangan dan masukan dari para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkaya hasil kajian yang disusun oleh tim peneliti.
Hasil FGD dan kajian lapangan selanjutnya diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Lamongan. Rekomendasi berbasis riset juga diharapkan dapat disampaikan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia sesuai hasil kajian dan mekanisme yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian diharapkan dapat memperkuat pengembangan sektor pertanian.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan, memperkuat ekonomi petani, dan mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.





