BERITASIBER.COM | JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa penguatan semangat bela negara di kalangan generasi muda harus dimulai dari pemahaman yang mendalam terhadap ideologi Pancasila.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini dinilai semakin mendesak di tengah arus perubahan era digital yang cepat, kompleks, dan penuh tantangan.

Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Sadono Sriharjo, menilai tingkat pemahaman generasi muda terhadap Pancasila saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal, Pancasila merupakan ideologi negara sekaligus fondasi utama dalam membangun karakter bangsa menuju visi besar Indonesia Emas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol. Ia harus menjadi kompas moral dan bintang penuntun dalam berpikir, bersikap, serta bertindak bagi generasi muda,” kata Sadono saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Nasional Peringatan HUT ke-45 Pemuda Pancasila Marga PPM-LVRI di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Menurut Sadono, konsep bela negara di era modern tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai angkat senjata. Bela negara dapat diwujudkan melalui prestasi, inovasi, kreativitas, etika bermedia digital, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidaklah ringan. Oleh karena itu, pemahaman bela negara harus disampaikan secara kontekstual, membumi, dan relevan dengan realitas kehidupan, bukan dengan pendekatan yang menggurui.

Sadono juga menyoroti pentingnya penghayatan nilai-nilai Pancasila secara utuh. Ia menjelaskan bahwa Pancasila memiliki tiga dimensi utama, yakni dimensi keyakinan, pengetahuan, dan keteladanan. Ketiganya harus terintegrasi agar mampu membentuk karakter serta jati diri bangsa yang kuat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2