Menurut Bobby Syahputra, kegiatan FGD ini merupakan langkah penting dalam memastikan seluruh unsur yang terlibat memahami peran dan tanggung jawabnya saat terjadi bencana.
“FGD ini menjadi dasar untuk menyempurnakan skenario simulasi agar pelaksanaan di lapangan nantinya berjalan efektif dan sesuai dengan protokol penanganan bencana,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, BPBA akan melaksanakan kegiatan gladi dan simulasi Gunung Api Burni Telong pada 5–6 November 2025, yang akan dipusatkan di Lapangan PETA, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Untuk diketahui, kegiatan simulasi Gunung Api Burni Telong juga pernah dilakukan oleh BPBA pada tahun 2017 di Lapangan Bola Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di Aceh.(RM)





