“Tapi kalau ada pabrik ya bukan nunggu over suplay. Namun harus ada suplai yang berkelanjutan untuk diolah dipabrik. Itu yang harus dipastikan, sehingga kalau ada investor masuk ya harus bisa memastikan kemampuan suplai untuk produksi. Misalnya sehari kebutuhan berapa ribu ton dan di sini bisa memasok berapa banyak, dengan melihat keseimbangan dukungan dari kapasitas nelayan di sini,” ujarnya.
Sementara dalam kesempatan yang sama mendampingi Khofifah, Ketua HNSI Lamongan, Syukri, menyampaikan persoalan yang saat ini banyak dikeluhkan nelayan adalah terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nelayan.
“Selama ini yang menjadi keluhan kita yaitu soal pasokan BBM yang berkurang jadi harus ada gerakan husus untuk itu.
Sementara terkait harga ikan, kata Syukri, saat ini relatif sudah stabil jika di bandingkan 3 bulan lalu. Namun Syukri berharap ke depan ada program-program yang difokuskan untuk peningjatan kesejahteraan nelayan.
“Program – program yang berdampak pada kesejahteraan nelayan ini yang kita tunggu. Namun kita menyadari, sekarang untuk menentukan kebijakan atau membuat program kan harus terukur dan ada mekanisme atau aturan-aturan. jadi ini yang harus kita pahami. Kalau ngawur kan ya kasihan bu Khofifah,” ucap Syukri. (Bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





