Bagi ratusan siswa lainnya yang saat ini tengah berjuang di jalur UTBK-SNBT, kepala madrasah menitipkan pesan agar mereka tetap optimis dan tangguh menghadapi setiap proses seleksi.
“Harapan kami tentu mereka bisa sukses di dunianya masing-masing, karena di mana pun kita berada, kita bisa sukses. Namun, sukses itu tidak mudah. Pasti ada ujian, ada pengorbanan, dan perjuangan yang harus dipahami sejak awal agar mereka tidak gampang patah semangat.” pesan Nur Endah.
Momen paling emosional dalam balutan garden party ini terjadi saat prosesi penyerahan setangkai mawar. Seluruh siswa secara serentak menghampiri orang tua mereka untuk mempersembahkan bunga mawar sebagai simbol terima kasih atas segala pengorbanan lahir dan batin selama masa sekolah.
Agni dan Bella, perwakilan siswa kelas XII, mengungkapkan rasa haru mereka yang luar biasa. Bagi mereka, pelepasan dengan konsep santai ini justru membuat kedekatan emosional semakin terasa.
“Perasaannya campur aduk antara bahagia dan senang. Orang-orang bilang wisuda atau pelepasan ini adalah akhir dari masa sekolah, tapi sebenarnya ini adalah awal dari perjuangan kita yang sesungguhnya,” ungkap Agni dengan mata berbinar.
Terkait inisiatif pemberian bunga, Bella menambahkan bahwa aksi tersebut dikoordinasikan secara mandiri oleh siswa sebagai bentuk bakti yang tulus.
“Makna mawar itu adalah ucapan terima kasih karena orang tua kami sudah berjuang selama ini untuk membiayai dan mendoakan kami. Sebenarnya, setangkai mawar tidak bisa membalas semua kebaikan dan jasa mereka. Tapi, kami berusaha memberikan yang terbaik,” tutur Bella.
Ketulusan para siswa ini tak pelak membuat suasana garden party seketika berubah syahdu. Banyak orang tua dan dewan guru yang meneteskan air mata haru menyaksikan kedewasaan dan rasa bakti para alumni MAN 1 Lamongan yang bersiap melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.





