Jahja menambahkan bahwa penguatan sistem dan infrastruktur IT BCA memungkinkan bank ini untuk memproses lebih banyak transaksi.
Hingga Maret 2025, BCA telah melayani lebih dari 41 juta rekening nasabah, didukung oleh 1.264 kantor cabang, 19.681 ATM, serta layanan mobile dan internet banking yang terhubung dengan contact center Halo BCA selama 24 jam.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan layanan dan kepuasan nasabah. Dengan semangat untuk terus tumbuh dan melayani sepenuh hati, BCA akan terus menghadirkan layanan perbankan yang relevan, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Dari sisi kinerja bisnis, per Maret 2025, BCA mencatatkan total kredit mencapai Rp 941 triliun, tumbuh 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih konsolidasian BCA dan entitas anak mencapai Rp 14,1 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,8 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 persen secara tahunan, mencapai Rp 1.193 triliun, di mana dana murah atau CASA meningkat 8,3 persen menjadi Rp 979 triliun, yang merupakan sekitar 82 persen dari total DPK.
Pertumbuhan CASA sejalan dengan lonjakan transaksi yang terjadi. Pada kuartal I-2025, total transaksi BCA mencapai 9,9 miliar, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di kanal digital, transaksi melalui mobile dan internet banking mencapai 8,8 miliar, naik 22,2 persen dibandingkan tahun lalu. Pada hari-hari tertentu, BCA bahkan berhasil memproses lebih dari 200 juta.(*)





