Selain aspek kaderisasi internal, alumni Susbalan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di desa masing-masing, terutama dalam mendukung ketahanan pangan berbasis gotong royong.
Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Banser sebagai bagian dari masyarakat akar rumput diyakini dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan desa dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat semangat kebersamaan.
Tidak hanya itu, melalui pelatihan lanjutan ini, para kader Banser juga diajarkan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas sektor.
Semua itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi kader untuk tampil di garda terdepan dalam membantu pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tingkat desa hingga kabupaten.
Dengan dilaksanakannya Susbalan Angkatan ke-3 ini, Banser Lamongan bertekad untuk terus membangun sinergi nyata Masyarakat dan forpumda, bergerak bersama, dan bersatu dalam langkah menghadirkan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat.
Banser percaya bahwa gotong royong adalah modal sosial terbesar yang harus dijaga, dirawat, dan terus dikembangkan. Semangat inilah yang menjadi fondasi kuat Banser dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
Kegiatan Susbalan ini diharapkan tidak berhenti pada pembekalan semata, tetapi juga menjadi tonggak untuk menggerakkan kader Banser agar senantiasa berkhidmat, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat pengabdian yang tulus.(Bs).





