“Kalau mau sekolah harus ekstra usaha. Motor ditinggal di rumah tante dulu, baru jalan kaki lewat banjir. Sangat melelahkan dan mengganggu,” tuturnya.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga berpotensi berdampak pada konsentrasi belajar dan keselamatan para pelajar. Warga berharap perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan banjir serta meminimalkan dampak lanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Masyarakat Desa Laladan menilai bahwa banjir Bengawan Jero merupakan persoalan tahunan yang membutuhkan solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan darurat. Mereka berharap adanya pembenahan sistem tata kelola air, normalisasi sungai, serta infrastruktur pengendali banjir yang mampu mengurangi risiko genangan berkepanjangan.

“Harapan kami sederhana, banjir ini segera surut dan ke depan ada solusi nyata agar kejadian seperti ini tidak terus berulang setiap tahun,” ujar warga.

Hingga kini, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut, dengan harapan kondisi segera membaik dan aktivitas kembali berjalan normal.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2