BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Luapan Sungai Bengawan Jero yang merendam Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, belum menunjukkan tanda-tanda surut. Memasuki pekan kedua, genangan air masih memenuhi halaman hingga ruang tamu rumah warga, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan memicu berbagai keluhan kesehatan.

Air banjir yang keruh dan mengendap dalam waktu lama membuat warga terpaksa beraktivitas dengan kondisi kaki terendam hampir sepanjang hari. Situasi tersebut berdampak pada kesehatan kulit warga, terutama munculnya keluhan gatal-gatal dan iritasi pada kaki dan bagian tubuh lainnya yang sering bersentuhan langsung dengan air banjir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah seorang warga, Rodiyah, mengaku telah mengalami gangguan kulit sejak beberapa hari terakhir. Kakinya tampak memerah dan terasa perih akibat terlalu lama terendam air banjir. Meski mendengar adanya layanan pengobatan gratis dari pihak terkait, ia belum dapat memanfaatkannya karena keterbatasan akses dan kondisi lingkungan.

“Airnya tidak surut-surut. Setiap hari kaki terendam. Sekarang mulai gatal dan perih, tapi belum sempat ke tempat pengobatan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (10/1/2026).

Selain berdampak pada kesehatan, banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan. Sejumlah ruas jalan menuju sekolah masih tergenang air dengan ketinggian yang menyulitkan kendaraan melintas. Para pelajar terpaksa berjalan kaki menembus banjir setelah memarkir sepeda motor di titik yang lebih aman dan tinggi.

Nafa, siswi kelas XI salah satu SMK di Lamongan, mengungkapkan bahwa banjir membuat rutinitas sekolah menjadi jauh lebih berat. Setiap pagi, ia harus mencari jalan alternatif dan menitipkan kendaraan di rumah kerabat agar bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2