Menurut keterangan warga lainnya, mobil tersebut diduga telah dimodifikasi dengan tangki tambahan yang mampu menampung BBM dalam jumlah lebih banyak dari kapasitas normal. Praktik ini melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pengguna kendaraan pribadi dalam batas wajar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami sangat dirugikan. Akibat praktik ini, stok BBM cepat habis, dan kami harus antre lama di SPBU. Ini jelas merugikan rakyat kecil,” katanya.

Warga pun mendesak aparat kepolisian dan Pertamina untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut. Mereka berharap ada tindakan tegas agar praktik serupa tidak meluas di wilayah lain.(Yuan)

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2