Pendeta Michele Falcone, seorang pendeta di Ordo St. Augustine yang sebelumnya dipimpin oleh Kardinal Prevost, menggambarkan sosok paus baru ini sebagai “orang yang bermartabat dan berada di tengah.”
Hal ini menunjukkan harapan besar akan kepemimpinan Paus Leo XIV dalam melanjutkan inklusivitas yang telah ditanamkan oleh Paus Fransiskus, sembari tetap menjaga nilai-nilai konservatif gereja.
Konklaf ke-76 ini diikuti oleh 133 kardinal elektor, jumlah terbanyak dalam sejarah pemilihan paus. Paus Leo XIV terpilih setelah berhasil meraih lebih dari dua pertiga suara yang diperlukan, yaitu 89 suara, dari para kardinal yang terlibat.
Sebelum pemungutan suara dimulai, para kardinal elektor telah bersumpah untuk mengikuti konstitusi apostolik dan menjaga kerahasiaan proses pemilihan.
Dengan terpilihnya Paus Leo XIV, umat Katolik di seluruh dunia menantikan arah baru yang akan dibawa oleh pemimpin mereka, berharap akan adanya kesinambungan dalam misi gereja untuk menjangkau dan melayani semua umat manusia.(*)





